Rabu, 20 Oktober 2010

PENGAJAR MUDA.. Mereka yang Dibutuhkan Negeri Ini

Thursday, October 21, 2010

PENGAJAR MUDA.. Mereka yang Dibutuhkan Negeri Ini

Hidup di Singapura, bekerja di perusahaan multinasional dengan gaji besar, ternyata bukan akhir cita-cita Ayu Kartika Dewi. Begitu ada kesempatan menjadi guru sekolah dasar di daerah terpencil, berbagai fasilitas perusahaan yang sudah dinikmati di Singapura langsung ditinggalkannya.

”Ini kesempatan yang ditunggu-tunggu,” kata lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya, ini bersemangat, ketika mengetahui akan menjadi guru sekolah dasar dan ditempatkan di daerah terpencil di Kabupaten Halmahera Selatan.

Ketika tahu untuk mencapai Halmahera Selatan butuh waktu delapan jam menggunakan kapal laut dari Ternate, semangatnya tak surut, bahkan makin berapi-api.

”Buku harian saya tidak akan monoton, sekolah, kuliah, lalu bekerja, tetapi penuh warna. Saya bisa merasakan hidup di daerah terpencil,” kata Ayu yang tak sabar ingin segera berangkat ke tempat penugasan.

Lain lagi dengan Erwin Puspaningtyas Irjayanti (24). Lulusan Institut Pertanian Bogor yang sudah bekerja di sebuah bank terkemuka di Jakarta dengan gaji sangat memadai ini rela meninggalkan pekerjaannya untuk mengabdi menjadi guru sekolah dasar nun jauh di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

”Ini kesempatan emas berbuat untuk negeri sekaligus memenuhi panggilan hati,” kata wanita penulis novel best seller The Sacred Romance of King Sulaiman & Queen Sheba (1986) yang diterbitkan PT Mizan ini bersemangat.

Semangat serupa dipancarkan Rahman Adi Pradana (24). Peraih dua gelar kesarjanaan, Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung dan lulusan cum laude Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung, ini rela meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan multinasional di Jakarta dan bertugas menjadi guru sekolah dasar di Halmahera Selatan.

Orangtuanya sempat kaget. Namun, setelah diyakinkan bahwa ia ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk negerinya, Indonesia, orangtuanya mendukung langkah Adi. ”Negeri ini sudah sangat baik. Saatnya memberikan sesuatu untuk negeri yang saya cintai,” kata Adi.

Generasi pilihan

Menjadi guru sekolah dasar di daerah terpencil atau menjadi Pengajar Muda merupakan program dari ”Indonesia Mengajar” yang digagas Anies Baswedan yang juga Rektor Universitas Paramadina, Jakarta.

Ide dasarnya, masih banyak sekolah dasar di daerah terpencil yang dibimbing guru-guru kualitasnya tidak sesuai dengan standar. ”Jika kondisi ini terus dibiarkan, Indonesia sulit maju,” kata Anies Baswedan.

Setelah berdiskusi dengan banyak kalangan, akhirnya dibentuklah gerakan Indonesia Mengajar yang mencari generasi muda terbaik untuk menjadi guru SD di daerah terpencil.

”Gerakan Indonesia mengajar hanya menempatkan guru di daerah terpencil selama satu tahun,” kata Anies. Selama bertugas, mereka akan mendapat uang saku Rp 3,2 juta sampai Rp 4,8 juta per bulan, tergantung dari daerah tugas.

Banyak harapan

Setelah gerakan ini dipublikasikan, ternyata responsnya luar biasa. Meskipun persyaratannya cukup ketat, seperti indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3, berusia di bawah 25 tahun, dan berbagai persyaratan lain, tercatat 1.383 orang mendaftar. Mereka merupakan lulusan-lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi.

Setelah diseleksi ketat, terpilih 160 orang. Kemudian diseleksi lagi sehingga terpilih 51 sarjana berkualitas terbaik yang akan ditempatkan di lima daerah terpencil, yakni di Kabupaten Halmahera Selatan (Maluku Utara), Kabupaten Paser (Kalimantan Timur), Kabupaten Bengkalis (Riau), Kabupaten Majene (Sulawesi Barat), dan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Lampung).

Bukan di ibu kota kabupaten, justru semuanya ditempatkan di daerah-daerah terisolasi yang sarana transportasinya sangat sulit, listrik terbatas, dan tidak ada sinyal telepon, apalagi internet.

Agar tidak kaget saat ditempatkan di daerah terisolasi, para Pengajar Muda diberikan pelatihan selama tujuh minggu, termasuk cara mengajar, kurikulum pengajaran, ekstrakurikuler, sampai menjaga kesehatan di daerah terpencil. Saat pelatihan di asrama, listrik pun dimatikan setelah pukul 22.00 dan telepon seluler disimpan panitia.

”Pelatihan ini sebagai persiapan agar tidak kaget ketika bertugas di tempat yang sesungguhnya,” kata Mutia Hapsari, lulusan Antropologi Universitas Indonesia.

Meski tahu akan ditempatkan di daerah terisolasi, semua peserta sangat antusias. ”Kondisi di tempat tugas sangat menantang. Saya akan tahu kondisi masyarakat Indonesia yang sesungguhnya,” kata Bagus Arya Wirapati (21), lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Mengenal kondisi masyarakat di daerah terpencil memang menjadi salah satu sasaran gerakan ini. Tak sekadar mengenal, mereka juga diharapkan menjadi contoh, memotivasi dan berbagi ilmu dengan anak- anak sekolah dasar. ”Percayalah, prestasi yang kalian raih selama ini akan menjadi idaman anak- anak sekolah dasar di daerah terpencil,” kata Anies.

Bagi Pengajar Muda, pengalaman selama tinggal setahun di daerah terpencil juga akan menjadi pengalaman yang melekat seumur hidup. Mereka akan mengetahui denyut nadi masyarakat di daerah pedalaman.

Diharapkan setelah mereka kembali ke profesi apa pun yang mereka tekuni, apakah menjadi peneliti, bankir, pengusaha, ataupun politisi, mereka tidak lupa diri. Ada bagian kecil masyarakat Indonesia yang membutuhkan perhatian mereka.

Tahu tempe bikin kanker?

 

 

HARI INI - 20 Oktober 2010

Tahu tempe

Tahu tempe bikin kanker?

Pangan sejuta umat, tahu dan tempe, disebutkan beberapa ahli bisa menyebabkan kanker. Masa sih? Patut diperdebatkan

Link terkait

1000 Pulau Indonesia Dipasok Energi Matahari



Sekitar 1.000 pulau yang tersebar di kawasan Indonesia Timur akan mendapatkan pasokan listrik tenaga surya. Rencananya, realisasi tenaga surya untuk 1.000 pulau itu akan rampung pada 2013.

'Itu akan ada di seribu pulau di Indonesia. Semuanya harus lewat tender terbuka,' kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mendampingi Wakil Presiden Boediono di Liyuan Resort, Kota Nanning, Provinsi Guang Xi, China, Selasa, 19 Oktober 2010.

Menurut Dahlan, program pengadaan listrik energi matahari itu merupakan program khusus di kawasan Indonesia Timur. Alasannya, karena di kawasan timur Indonesia itu pasokan cahaya matahari sangat tinggi dibanding wilayah barat.

'Sinar matahari di Indonesia Timur itu kadarnya lebih bagus. Indonesia Timur bisa memproduksi listrik banyak sekali,' ujar pemilik Jawa Pos Grup usai acara Forum Energi Indonesia-China ke-empat.

Proyek tenaga surya untuk 1.000 pulau itu membuka peluang bagi investor China yang berminat. Akhir tahun ini, proyek itu akan diterapkan di lima kabupaten yang akan menjadi percontohan.

Lima kabupaten itu mendapatkan pasokan listrik 100 persen dari energi matahari. Tender pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini akan digelar secara terbuka.

'Itu akan kami terapkan juga ke kabupaten lain di Indonesia Timur,' kata Dahlan. Lima kabupaten yang menjadi pilot project yakni Bunaken (Sulawesi Utara), Gili Trawangan (NTB), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Belawan (Sumatera Utara), dan Raja Ampat (Papua Barat).

VIVAne

Sabtu, 16 Oktober 2010

Ledakan Tambang Cina Tewaskan 20 Orang

 

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING--Sebuah ledakan di sebuah tambang batu bara Cina menewaskan sedikitnya 20 penambang di Provinsi Henan pada hari Sabtu. Kecelakaan itu terjadi pukul 06.00 waktu setempat dalam sebuah lubang yang dimiliki oleh Pingyu Coal & Electric Co Ltd yang berbasis di Kota Yuzhou.

Sebelumnya kantor berita Xinhua memberitakan lebih dari 30 penambang terperangkap di bawah tanah. Kecelakaan itu terjadi setelah penyelamatan dramatis 33 penambang Cile yang terperangkap selama lebih dari dua bulan di bawah tanah.

Ini adalah kecelakaan terbaru sektor pertambangan yang terkenal berbahaya di negara itu, kata media pemerintah.

Tahun lalu 2.631 penambang China tewas, menurut statistik resmi. Namun kelompok buruh independen mengatakan angka sesungguhnya kemungkinan akan jauh lebih tinggi karena banyak kecelakaan diyakini ditutup-tutupi.

Tingkat kematian yang tinggi umumnya dipersalahkan pada inefisiensi dan korupsi di sektor ini, dengan pertambangan batubara khususnya yang rawan kecelakaan.

Pemerintah telah berulang kali bersumpah untuk menutup tambang berbahaya dan memperkuat keselamatan tetapi kecelakaan terus berlanjut. Sekitar 70 persen kebutuhan energi Cina mengandalkan pada batu bars

Jumat, 15 Oktober 2010

Sadis , Sop Dengan Bahan Kucing di China

Jagat maya dihebohkan dengan berita tentang proses memasak kucing untuk disajikan di salah satu restoran di Guangzhou, China. Proses memasak sop kucing itu bisa dilihat dari foto-fotonya. Sebenarnya foto-foto tersebut sudah lama beredar dan kami pun sempat mempostingnya beberapa bulan lalu. Tapi saat ini berita dan foto tentang proses memasak sup kucing dengan cara merebus kucing hidup-hidup sudah semakin menyebar luas di berbagai website di China dan Inggris. Dan bukan tidak mungkin dalam waktu singkat berita dan foto-foto itu akan menyebar lewat internet ke seluruh dunia.
Ada berbagai teknik dalam memasak hewan kucing ini. Ada yang lebih dulu dipukuli sampai mati, ada pula yang direbus hidup-hidup. Menurut cerita, orang Cina memang suka makan daging kucing karena dianggap bagus untuk kesehatan dan bisa menyeimbangkan unsur 'Yin' dan 'Yang' dalam tubuh manusia. Foto-foto sup kucing atau sop kucing di China dan Taiwan juga proses pembuatannya bisa dilihat pada gambar di bawah ini :

Melihat berbagai jenis makanan yang tak lazim disantap di China dan Taiwan, mungkin ini disebabkan karena orang-orang disana sangat terobsesi dengan kesehatan, umur panjang dan keseimbangan unsur 'Yin' dan 'Yang' dalam tubuh, sehingga segala jenis makanan apapun dimakan asal stamina tetap fit dan sehat. Tapi jika dipikir-pikir, apa ini sebanding? mie instant Indomie dilarang untuk dimakan, sementara mereka mengkonsumsi makanan dari bahan yang berupa bayi atau janin yang baru lahir dan juga kucing, binatang peliharaan yang banyak digemari orang.

Kamis, 14 Oktober 2010

Loh Dokter Salah Amputasi

REPUBLIKA.CO.ID,INNSBRUCK--Dua dokter Austria akan diseret ke pengadilan November mendatang karena salah mengamputasi kaki perempuan berusia 90 tahun. Demikian dikatakan penuntut.

Seorang ahli bedah dan asistennya melakukan kesalahan itu beberapa bulan silam. Menurut kabar, asisten bersangkutan melakukan kesalahan dalam perencanaan. Salah satu kaki pasien perempunan harus diamputasi karena masalah pendarahan.

Baru sesudah operasi, dokter menyadari telah mengamputasi kaki yang salah. Beberapa hari kemudian, kaki yang lainnya juga diamputasi. Perempuan bersangkutan masih hidup.

Rumah sakit Sankt Johann, tempat operasi berlangsung, mengatakan terjadinya kesalahan manusia serta langkah keamanan yang tidak ditepati. Sang ahli bedah diskors oleh rumah sakit selama 25 tahun.

Selasa, 12 Oktober 2010

Ini Dia Kompor Bioetanol dari Limbah Salak

 

 

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Adhita Sri Prabakusuma, mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, berhasil membuat kompor berbahan bakar bioetanol terbuat dari limbah buah salak.

"Bioetanol sebagai bahan bakar pengganti minyak maupun elpiji terbuat dari limbah buah salak yang cacat panen atau busuk," katanya  di Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan selama ini, buah salak tidak layak jual tersebut dibuang petani atau dibiarkan membusuk di pekarangan kebun salaknya.

"Di Dusun Ledoknongko, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman yang merupakan salah satu sentra penghasil salak dihasilkan sekitar 1-3 ton limbah salah dalam satu bulan," katanya.

Menurutnya, dari 10 kilogram limbah buah salak dihasilkan sedikitnya 1 liter bioetanol, setelah sebelumnya, limbah buah salak tersebut difermentasikan dahulu selama satu minggu dengan menambah ragi dan urea.

"Cairan fermentasi tersebut dipanaskan dengan suhu 70 derajat Celcius pada tabung destilasi. Hasil pemanasan ini nantinya menghasilkan bioetanol," katanya.

Praba mengakui belum banyak masyarakat Dusun Ledoknongko yang mau mengolah limbah buah salak menjadi bahan bakar.

"Tidak mudah menyosialisasikan inovasi tersebut karena tingkat pendidikan masyarakat di Dusun Ledoknongko berbeda-beda," katanya.

Ia berharap inovasinya membantu masyarakat dalam mengatasi limbah salak, mendukung program pertanian terpadu, dan dalam menerapkan energi ramah lingkungan